Etika Profesi Dalam Dunia Teknologi Informasi

Seorang pakar telematika katakanlah namanya SU digugat oleh kliennya karena telah menyebarkan data-data milik kliennya tanpa persetujuan dari si pemiliknya. Parahnya adalah SU mempublikasikannya melalui media massa. Pengacara sang klien menyebut bahwa SU telah melanggar kode etik profesi teknologi informasi. Benarkah demikian?

Kode etik profesi bidang teknologi informasi di Indonesia memang belum ada (yang tertulis). Namun, kita bisa menerapkan kode etik yang dibuat oleh IEEE. IEEE telah membuat semacam kode etik bagi anggotanya, sebagai berikut:

Continue reading

Etika Dalam Sistem Informasi

Masalah etika mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi.  Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1968 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, properti dan akses, yang dikenal dengan akronim PAPA.

Continue reading

Mantra di Masyarakat Sunda (jampi, asihan, singlar, jangjawokan, rajah, ajian, dan pelet)

Mantra sebagaimana dikemukakan Poerwadarminta (1988: 558) adalah:
1) perkataan atau ucapan yang mendatangkan daya gaib (misal dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya); 2) susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.

Continue reading

Mungkin Flu babi itu mengingatkan bahwa diri saya adalah manusia. Manusia yang merindukan kalian..

Ditempat KKN, ketika saya panas dingin.

Malam itu saya panas dingin. Panas karena suhu tubuh saya panas, dingin karena saya merasa dingin. Dingin itu sebenarnya jauh merasuk hingga kedalam hati saya. Dingin yang saya rasakan terasa membakar.

Mungkin saya terkena flu babi, H1N1. Mengingat waktu itu berita mengatakan begitu marak sekali kasus-kasus manusia yang positif terjangkiti flu babi. Flu babi itu memang tidak pandang bulu, bukan karena kaki saya tidak berbulu, tapi karena menjangkiti manusia yang padahal manusia itu bukan babi. Juga menjangkiti manusia yang tidak makan babi.

Continue reading

Pengalaman KKN bagian 2: Cewek Taman Junghun

Oh saya lupa ini seharusnya ditulis di bagian 1, sebab kejadian ini lebih awal daripada kejadian yang naik delman yakni tanggalnya saya lupa lagi dan mungkin kejadiannya memang tidak lebih awal daripada kejadian yang naik delman. Maka Kejadian ini saya tulis di bagian 2 nya, yakni bertemu dengan seorang wanita. Sebut saja dia itu wanita, karena saya yakin dia itu berjenis kelamin wanita meskipun saya tidak melihat langsung jenis kelaminnya (Ups.. bcanda denk).

Entah pagi atau sore hari ya, saya lupa lagi kapan. Yang pasti keadaan langit Lembang saat itu adalah cerah. Tidak ada tanda-tanda akan hujan. Dan sebenarnya didalam hati saya teringat bait-bait syair lagunya Melly Goeslaw “Bagaikan langit di sore hari, berwarna biru secerah hatimu..”. Ya walaupun pada kenyataanya saya tidak tahu siapa itu “mu” pada kata “hatimu” dan entah “sore hari” ataukah pagi hari kejadiannya itu, saya lupa lagi.

Continue reading

Pengalaman KKN saya bagian 1: Naik Delman Hey!!

Tanggal 2 bulan 8 tahun 2009 masehi dipagi hari. Saya yakin si Mama Loren tidak tertarik untuk meramalkan apa kejadian yang terjadi ketika itu. Ya karena itu tanggal kejadiannya, kejadiannya ketika saya menaiki delman menuju pasar.

Maksud saya “menaiki” dalam “menaiki delman” itu bukan “berjalan ketempat yang lebih tinggi” seperti dalam kata “menaiki bukit”,  tapi maksud saya dalam kata “menaiki delman” itu berarti juga “menduduki delman”. Tentu saja menduduki kursi delmannya dan bukan menduduki kusir delmannya. Urutan huruf itu menentukan arti sebuah kata. Maka jangan dibolak-balik. Termasuk juga kata dalam sebuah frasa, misanya frasa “Secangkir kopi”, maka apabila dibolak balik akan menjadi “Tumpah”. Mungkin sebagian pelajar dan mahasiswa yang berkompeten disini dapat mengerti urutan posisi frasa itu dan tidak setuju dengan argumen saya diatas. Sebab dalam pikiran anda urutan posisi itu menentukan prestasi, betul..?.

Continue reading

Problem Dining Philosopers

Pada tahun 1965, Djikstra menyelesaikan sebuah masalah sinkronisasi yang beliau sebut dengan dining philisophers problem. Dining philosophers dapat diuraikan sebagai berikut: Lima orang filosuf duduk mengelilingi sebuah meja bundar. Masing-masing filosof mempunyai sepiring spageti. Spageti-spageti tersebut sangat licin dan membutuhkan dua garpu untuk memakannya. Diantara sepiring spageti terdapat satu garpu.

Continue reading

Konkurensi

Konkurensi adalah proses-proses (lebih dari satu proses) yang terjadi pada saat bersamaan. Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses berada pada saat yang sama. Pada proses-proses konkuren yang berinteraksi mempunyai beberapa masalah yang harus diselesaikan:
1.    Mutual Exclusion
2.    Sinkronisasi
3.    Deadlock
4.    Startvation

Continue reading

Paradox Hati dan Pikiran

Ketika kesendirian membuat perasaan mati karena sepi. Ketika ilusi semakin menampakan bayangannya menawarkan kebahagiaan yang semu, kebahagiaan yang mudah sekali apabila kita bermimpi ini itu. Aku bertanya ikhwal hal dan sesuatu apa yang berada didalam hatiku ini, Semakin dalam kuresapi apa isi hati itu lebih dalam lagi dan lagi, semakin aku rasakan bahwa didalamnya tidak ada rasa apapun, tidak ada sesuatu pun, tidak ada seorangpun. Kosong, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan semuanya.

Continue reading