Merindukan Kerinduan

Merangkai isi perasaan menjadi kata yang bermakna adalah mudah bagiku, akan tetapi lain halnya dengan merangkai isi perasaan kedalam perasaan lainnya.

Yah, kali ini aku memang berhasil mengisi catatanku dengan jejak tinta waktu.

Akan tetapi, Aku masih juga belum mampu mengisi hatiku sendiri dengan cinta.

Kembali. Merenungi jejak itu, walau tak akan mampu aku lewati lagi.

Ah, setidaknya suatu saat bisa Aku tatap kembali. Sebab kenangan memang jauh lebih berharga daripada intan permata sekalipun. Itulah mengapa, benda bersejarah selalu menjadi tak ternilai harganya. Karena kenanganlah yang membuatnya menjadi tak ternilai, bukan semata-mata karena bendanya.

 

Mungkin logika didalam pikiranku terlalu kuat, sehingga cinta bagiku adalah juga perhitungan,

Aku harus memecahkannya, akan tetapi jalur-jalur algoritma itu terlalu rumit untuk bisa ku ikuti.

Aku terlalu bodoh dalam hal ini, terlalu…

Isi kepalaku kini sesak oleh jejak rumit dan alur tak berujung yang aku buat sendiri.

Akhirnya, segala macam perenungan dalam hal ini hanyalah sesuatu yang akhirnya berujung pada kehampaan yang aku temukan. Setidaknya membuatku menyadarinya.

Menyadari bahwa sebagai manusia aku adalah tak sempurna. Karena kini hidup tanpa ada penyesalan, kesedihan dan kerinduan.

 

dan cinta itu sendiri kini telah merubah dirinya menjadi kebencian.

 

Senin, 29 November 2010 [22:10]

Jawaban Paradoks Sifat Maha Mengetahui Tuhan

Tulisan yang saya utarakan adalah menjawab paradoks yang muncul dari sifat maha mengetahui Tuhan. Jika Anda punya jawaban yang lebih baik, silahkan utarakan.

Tulisan ini adalah sebagai pembuktian logika bahwa Tuhan itu ada. Harap jangan menafsirkan dan membacanya setengah2.  Karena merupakan penjabaran dari jawaban logika yg menampik ketiadaan Tuhan. Saya hanya ingin berbagi, mohon maaf apabila menimbulkan prasangka bagi Anda, semoga bermanfaat.

Pengantar

Suatu ketika seorang guru agama menjelaskan tentang sifat kemaha tahuan Allah. Disela pelajaran tersebut seorang murid bertanya.

“Mengapa kita harus masuk neraka padahal Allah sudah mengetahui dosa-dosa kita sebelum kita di ciptakan…?, dan bukankah Allah juga sudah mengetahui seseorang akan masuk neraka atau surga..?  lalu mengapa kita harus dihukum..?

Guru agama itu menjawab.

“Kita masuk neraka karena dosa-dosa yang kita perbuat”,

lalu guru agama itu bercerita tentang masalah takdir bahwasannya ada takdir yang bisa diubah, murid tadi pun kembali bertanya.

“Apakah Allah mengetahui takdir yang akan diubah manusia..?”

Guru sang murid menjawab

“Iya karena Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

“Kalau begitu tidak ada takdir yang dapat diubah karena Allah sudah mengetahuinya, berarti Allah juga yang menetapkan manusia masuk neraka atau surga karena Allah mengetahui sebelum manusia diciptakan, lalu mengapa manusia dihukum atas semua yang ditetapkan Allah, apakah ini adil bagi manusia..?”

Guru itu terdiam sambil mengerenyitkan dahinya, murid tersebut bertanya kembali.

“Mengapa Allah menguji manusia? bukankah Allah itu maha tahu, dia sudah tahu apa yang belum terjadi dan sudah terjadi. Semuanya. Bukankah tanpa menguji Allah sudah tahu apa yang akan terjadi dengan manusia itu, sudah tahu bahwa manusia itu akan ingkar atau menyembahNya, sudah tahu bahwa manusia itu akan semakin buruk atau semakin baik”.

Guru itu menjawab, dengan membacakan surat Al Baqarah ayat 30

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’

Maka biarkanlah hal itu menjadi rahasia Allah, sebab kita tidak boleh mempertanyakannya”,

murid tadi kembali menjawab.

“Rahasia yang telah diungkapkannya dalam kitab-kitab Nya untuk saling membenci, untuk saling membunuh dan memerangi yang dianggap kafir, padahal semuanya Allah yang menetapkan dan diketahui-Nya sebelum alam semesta diciptakan, apakah Allah suka akan pertumpahan darah manusia yang ditonton-Nya diatas singgasana kebesaran-Nya, apakah Allah suka menyiksa manusia di dalam neraka, apakah ini adil untuk kita..?”.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Pertanyaan utama dari hal ini adalah:

A. Apakah Tuhan Maha Mengetahui Segala Sesuatu ?

B. Mengapa Tuhan Menguji Manusia?

Continue reading