Merindukan Kerinduan

Merangkai isi perasaan menjadi kata yang bermakna adalah mudah bagiku, akan tetapi lain halnya dengan merangkai isi perasaan kedalam perasaan lainnya.

Yah, kali ini aku memang berhasil mengisi catatanku dengan jejak tinta waktu.

Akan tetapi, Aku masih juga belum mampu mengisi hatiku sendiri dengan cinta.

Kembali. Merenungi jejak itu, walau tak akan mampu aku lewati lagi.

Ah, setidaknya suatu saat bisa Aku tatap kembali. Sebab kenangan memang jauh lebih berharga daripada intan permata sekalipun. Itulah mengapa, benda bersejarah selalu menjadi tak ternilai harganya. Karena kenanganlah yang membuatnya menjadi tak ternilai, bukan semata-mata karena bendanya.

 

Mungkin logika didalam pikiranku terlalu kuat, sehingga cinta bagiku adalah juga perhitungan,

Aku harus memecahkannya, akan tetapi jalur-jalur algoritma itu terlalu rumit untuk bisa ku ikuti.

Aku terlalu bodoh dalam hal ini, terlalu…

Isi kepalaku kini sesak oleh jejak rumit dan alur tak berujung yang aku buat sendiri.

Akhirnya, segala macam perenungan dalam hal ini hanyalah sesuatu yang akhirnya berujung pada kehampaan yang aku temukan. Setidaknya membuatku menyadarinya.

Menyadari bahwa sebagai manusia aku adalah tak sempurna. Karena kini hidup tanpa ada penyesalan, kesedihan dan kerinduan.

 

dan cinta itu sendiri kini telah merubah dirinya menjadi kebencian.

 

Senin, 29 November 2010 [22:10]

One thought on “Merindukan Kerinduan

  1. salam kenal mas yoga, saya mahasiswa pgsd yang sedang mengerjakan skripsi…..
    kalo boleh tanya punya pengertian aktivitas guru ga? makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s