Kehilangan sesuatu yang paling berharga adalah kepedihan yang tak terkira.
Disaat merasa kepedihan itu semakin tak tertahankan, maka pikiran akhirnya mencoba untuk mengingkarinya.
Kita memang bisa merubah segala sesuatunya dengan pikiran, termasuk juga merubah masa lalu. Akan tetapi, kita tidak bisa merubah realita kenyataan masa lalu yang sudah terjadi.
Semakin kepedihan itu diingkari, semakin nyata tersimpan didalam kenangan.
Hingga menjadi sesuatu yang tak mungkin bisa untuk dilupakan.
Dan akhirnya kepedihan itu memeluk lekat ditiap-tiap kedipan mata.
Membasahi kelopak mata untuk menenggelamkannya seumur hidup,
atau senantiasa setia untuk menyayat hati dengan goresan melodi yang mengalun sendu.
Hatiku terlalu bodoh untuk tersakiti.
Sedang pikiranku terlalu cerdas untuk di bohongi,
itulah alasan mengapa aku tak bisa membohongi perasaan ku sendiri.
Sebabpun juga Aku hanya punya sedikit hati, dan hanya satu hati.
sekali terisi maka sulit diisi kembali dengan isi yang baru.
Sukabumi, 18 Desember 2010
[0:20]