Karena Hidup Adalah Soal Cita Rasa

Dalam menilai, segala sesuatunya butuh cita rasa, dan cita rasa tiap manusia adalah berbeda. Saya pribadi menilai bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah merupakan rasa tersendiri yang mungkin tak akan pernah kita nikmati kembali untuk yang kedua kali. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Hidup ini adalah saat ini.

Maka dari itu saya harus berhenti untuk menunda suatu hal yang bisa saya lakukan saat ini, berhenti pula menyesali masa lalu yang telah terlewati. Yang terpenting adalah melewati saat ini dengan niat dan perbuatan yang sungguh-sungguh untuk melakukan apa yang menjadi hal terbaik. Apabila kegagalan dan kesedihan melanda diri saya saat ini, maka hal tersebut bukan berarti hidup berada didalam kegagalan dan kesedihan, sebab “apa yang terlihat saat ini bukanlah apa yang sebenarnya terjadi”.

Continue reading

Biarlah Takdir yang Menjelaskan Semuanya

Wanita yang aku cintai untuk menjadi pendamping hidup hanyalah satu. Jika hal itu terjadi maka bukanlah suatu kebetulan aku jatuh cinta, karena semuanya bagiku adalah takdir. Tak ada yang namanya kebetulan. Takdir yang membuat aku menatap senyumanmu, takdir yang membuat aku mempertemukan dirimu, dan takdir pula yang suatu saat akan memisahkan kita.

Dirimu adalah satu hal yang sangat luar biasa, sebab dari berjuta-juta wanita didunia ini, cintaku telah hinggap kepada dirimu yang satu. Ada tak hingga peluang yang mungkin bagiku untuk jatuh cinta, sehingga sebenarnya tak mampu terjelaskan mengapa aku sampai jatuh hati kepadamu.

Continue reading

Tentang Kebetulan dan Takdir

Apa yang membedakan seorang ateis dan orang yang percaya akan keberadaan Tuhan (teis)?. Perbedaanya adalah dimasalah pola pikir tentang keberadaan dirinya sendiri. Orang ateis berfikir bahwa dirinya ada secara kebetulan, sedangkan orang yang percaya Tuhan berfikir bahwa dirinya ada karena takdir. Dalam realita yang ada, pola pikir keduanya bukanlah yang menjadikan dirinya menjadi seorang jahat atau baik. Orang ateis bukan berarti orang jahat dan orang yang percaya Tuhan bukan berarti orang baik, keduanya mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi orang jahat dan orang baik. Perbuatan seseorang lebih tergantung kepada kesadaran seseorang dalam menyadari posisi dirinya sendiri. Menyadari posisi dirinya dimata Tuhan, dimata orang lain, dimata makhluk, dimata alam semesta ini. Semakin menyadari akan posisi dirinya tersebut maka semakin besar kemungkinan orang itu menjadi baik.

Continue reading

Nama Baru Saya Adalah Yoga Permana Wijaya, S.Pd

Lulus Sidang

Berjingkrak bersama teman-teman seperjuangan, Saya yang paling kiri.

Terimakasih dan doa saya ucapkan pertama kali untuk kedua orang tua yang memberikan banyak sokongan sehingga saya mampu merasakan indahnya merasakan perkuliahan di Universitas yang cukup bergengsi. Puji syukur, akhirnya saya lulus. Ya, saya lulus pada tanggal 27 Januari 2011 dengan predikat “sangat memuaskan”…

“Sangat memuaskan” itu bukan sekedar kata-kata diatas kertas, walaupun angka-angka nilai menunjukan hasil yang masih kurang begitu bagus, tapi ya.. saya sangat puas. Karena memang itulah sepertinya yang terbaik bagi saya.

Continue reading