Apa yang membedakan seorang ateis dan orang yang percaya akan keberadaan Tuhan (teis)?. Perbedaanya adalah dimasalah pola pikir tentang keberadaan dirinya sendiri. Orang ateis berfikir bahwa dirinya ada secara kebetulan, sedangkan orang yang percaya Tuhan berfikir bahwa dirinya ada karena takdir. Dalam realita yang ada, pola pikir keduanya bukanlah yang menjadikan dirinya menjadi seorang jahat atau baik. Orang ateis bukan berarti orang jahat dan orang yang percaya Tuhan bukan berarti orang baik, keduanya mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi orang jahat dan orang baik. Perbuatan seseorang lebih tergantung kepada kesadaran seseorang dalam menyadari posisi dirinya sendiri. Menyadari posisi dirinya dimata Tuhan, dimata orang lain, dimata makhluk, dimata alam semesta ini. Semakin menyadari akan posisi dirinya tersebut maka semakin besar kemungkinan orang itu menjadi baik.
Posisikan diri Anda secara fleksibel, misalnya jika Anda menganggap rendah seorang pengemis, silahkan analogikan dengan memposisikan diri Anda menjadi seorang pengemis itu, kira2 apa yang terjadi apabila Anda berada diposisi seorang pengemis tersebut?. Apabila Anda telah berhasil menganalogikan bahwa posisi Anda kini menjadi seorang pengemis, maka Anda akan menyadari bahwa sudah benarkah tindakan Anda yang menganggap rendah seorang pengemis tersebut.
Bandung, 02 Februari 2011
Credit ilustrasi: rezaferrano.blogspot.com