Suara Hati

Barusan saya membuka-buka file lama, dan menemukan sebuah cerpen yang pernah saya tulis. Ketika membaca kembali cerpen tersebut pikiran saya pun berkata, “Oh tidak marisol, ternyata tulisan saya itu jelek banget, garing dan kurang nyeni”.

Namun hitung-hitung menambah banyak artikel di blog ini, akhirnya saya memberanikan diri juga untuk mempostingnya. Bagi kawan yang mempunyai waktu luang, mungkin tertarik dengan cerpen saya ini. He2, jangan ngetawain ya, coz jelek banget..

————————————————————————————————

SUARA HATI
Ditulis : 20 Desember 2007

Continue reading

Sebuah Tetesan Perjuangan

Cerpen Oleh : Yoga Permana Wijaya

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. 17:19)

Teriknya matahari dan panasnya udara kian terasa menambah penderitaan. Keringat bercucuran dengan deras membasahi sekujur tubuh dan membuat kering tenggorokan. Haus dan lapar harus mampu aku tahan, itu yang ada dibenaku saat ini. Saat dimana hari pertama bulan suci umat Islam berada dan matahari tepat berada diatas ubun-ubunku, membakar sekujur tubuh dengan suhu yang kian hari semakin bertambah tinggi, “Global Warming”. Semua itu akibat kita, akibat manusia yang seenaknya menebangi pepohonan, menebarkan polusi dan berkehendak sesuka hati tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya.

Continue reading

Tetangga Saya Mungkin Alien

Oleh : Yoga Permana Wijaya

Kisah ini sebenarnya jadul sih, sebab terjadi sejak jaman dulu kala. Kira-kira terjadi ketika saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dan beruntung saya itu “duduk” dibangku SD bukan “tidur” dibangku SD, saya bukan seorang pemalas ketika masih SD. Waktu itu internet belum semarak sekarang. Orang-orang ketika itu masih ketinggalan informasi, bahkan informasi panas tentang Manohara dan pangeran Kelantan sekalipun pada saat itu mereka tidak tahu. Entah karena belum maraknya teknologi informasi atau entah karena kejadian sekitar Manohara itu belum terjadi, namun lebih logis karena waktu itu belum ada internet. Yang terjadi itu adalah tidak pasti, maka lebih logis percaya hal yang pasti. Continue reading

setelah gonta-ganti pasangan selama 2 minggu, saya memakai dia selama 3 malam saja

Kisah ini berawal dan didedikasikan dari kenangan saya untuk sang kekasih yang tidak pernah marah ketika saya injak-injak. Kekasih gelap sejatiku yang aku beli seharga 7.500 saja.

2 minggu kaki saya berada dalam dark age. Luntang-lantung tidak karuan. Yang saya lakukan adalah meminjam sandal dari teman kost yang satu ke teman kost yang dua, yang tiga dan yang lain.

Selama itu saya berada dalam kebodohan, sandal kesayanganku yang berwarna belang hijau putih sudah mati, tubuhnya tidak karuan dan talinya putus. Karena malu selalu meminjam, saya pun sempat melirik-lirik sandal didepan masjid, siapa tahu ada salah satu jenis sandal yang menarik hati. Jika ada saya akan mengingat-ingatnya dan membeli sandal yang seperti itu. Saya bukan sliper si pencuri. Continue reading