Récit

Kehilangan sesuatu yang paling berharga adalah kepedihan yang tak terkira.
Disaat merasa kepedihan itu semakin tak tertahankan, maka pikiran akhirnya mencoba untuk mengingkarinya.
Kita memang bisa merubah segala sesuatunya dengan pikiran, termasuk juga merubah masa lalu. Akan tetapi, kita tidak bisa merubah realita kenyataan masa lalu yang sudah terjadi.
Semakin kepedihan itu diingkari, semakin nyata tersimpan didalam kenangan.
Hingga menjadi sesuatu yang tak mungkin bisa untuk dilupakan.
Dan akhirnya kepedihan itu memeluk lekat ditiap-tiap kedipan mata.
Membasahi kelopak mata untuk menenggelamkannya seumur hidup,
atau senantiasa setia untuk menyayat hati dengan goresan melodi yang mengalun sendu.

Hatiku terlalu bodoh untuk tersakiti.
Sedang pikiranku terlalu cerdas untuk di bohongi,
itulah alasan mengapa aku tak bisa membohongi perasaan ku sendiri.
Sebabpun juga Aku hanya punya sedikit hati, dan hanya satu hati.
sekali terisi maka sulit diisi kembali dengan isi yang baru.

Sukabumi, 18 Desember 2010

[0:20]

Dan masa itu masih meratap didalam keningku

Ada sedikit cinta yang masih tersisa.
Hanya terbujur didalam ruang dada, dan bukan diantara mata, telinga ataupun segala indera.
Sebab semua itu hanyalah sisa dari masa lalu.
Dan masa itu masih meratap didalam keningku.
Seperti warna yang jatuh dari bibir mentari. Begitu indah meski semuanya berlalu.
Tak akan pernah bisa aku pijak. Karena itu semua hanya warna, yakni sesuatu yang hanya bisa aku tatap dan nikmati. Bukan untuk aku peluk, dan bukan untuk aku kecup dengan mesra.
Hanya mampu terlihat dan mampu terucap dengan kata-kata yang jelas singkat, akan tetapi rasa itu tak akan pernah bisa bagaimana dia mesti terungkap.
Bagaimana dia mesti terungkap, dengan jelas dan singkat.

Ah, ini semua ternyata muncul dari secangkir kehangatan yang aku peluk dengan lekat. Hingga akhirnya membasahi diriku sendiri dari kedua bola mata. Sungguh sejak lama…
Manis, memang terlampau manis,
seperti secangkir kopi hangat yang aku teguk saat ini. Tak pernah kupungkiri, ada juga rasa pahit didalamnya. Hanya saja, semua itu bagaikan candu walau sebagai penawar dingin yang meliputi hingga menusuk kedalam jiwa.
Dalam romansa yang sedikit demi sedikit menghilang, berjalan diatas jejak yang tak akan aku lupakan.
Suatu saat akhirnya hanya akan tersisa dua jenis jawaban pasti.
Ya dan tidak.
Sampai saat ini aku masih belum mengetahui jawaban apa yang akan terjadi. Sebab takdir belum terukir dan semua itu tergantung pula apa yang akan aku dan kamu lakukan saat ini.

Bandung, 11 Desember 2010. [22:22]

Merindukan Kerinduan

Merangkai isi perasaan menjadi kata yang bermakna adalah mudah bagiku, akan tetapi lain halnya dengan merangkai isi perasaan kedalam perasaan lainnya.

Yah, kali ini aku memang berhasil mengisi catatanku dengan jejak tinta waktu.

Akan tetapi, Aku masih juga belum mampu mengisi hatiku sendiri dengan cinta.

Kembali. Merenungi jejak itu, walau tak akan mampu aku lewati lagi.

Ah, setidaknya suatu saat bisa Aku tatap kembali. Sebab kenangan memang jauh lebih berharga daripada intan permata sekalipun. Itulah mengapa, benda bersejarah selalu menjadi tak ternilai harganya. Karena kenanganlah yang membuatnya menjadi tak ternilai, bukan semata-mata karena bendanya.

 

Mungkin logika didalam pikiranku terlalu kuat, sehingga cinta bagiku adalah juga perhitungan,

Aku harus memecahkannya, akan tetapi jalur-jalur algoritma itu terlalu rumit untuk bisa ku ikuti.

Aku terlalu bodoh dalam hal ini, terlalu…

Isi kepalaku kini sesak oleh jejak rumit dan alur tak berujung yang aku buat sendiri.

Akhirnya, segala macam perenungan dalam hal ini hanyalah sesuatu yang akhirnya berujung pada kehampaan yang aku temukan. Setidaknya membuatku menyadarinya.

Menyadari bahwa sebagai manusia aku adalah tak sempurna. Karena kini hidup tanpa ada penyesalan, kesedihan dan kerinduan.

 

dan cinta itu sendiri kini telah merubah dirinya menjadi kebencian.

 

Senin, 29 November 2010 [22:10]

Karena Dari Kesederhanaan Rindu Ini Berasal

Ini adalah sebuah awal.

Awal yang mungkin tak akan pernah berakhir didalam hidupku.

Karena dalam awal itu ada jiwa yang ingin mencintaimu dengan sederhana,

meski kecamuk rasa tak bisa diungkap sesederhana kata “cinta”

Ataupun seperti lantunan kata “rindu” yang aku kirim lewat pesan singkat ke handphone mu.

. . . S e d e r h a n a.

Berarti seperti sebuah senyuman dari bibir manismu,

Ataupun getaran tubuh saat engkau merasa malu.

Sesederhana juga seperti aku yang berdiri dihadapanmu,

dan pikirkanku tak mampu mengingat apapun selain dirimu.

Sungguh sederhana.

Seperti alasan mengapa aku tampak bodoh ketika bersamamu.

Sungguh sederhana.

Itulah sedikit makna dari kesederhanaan,

Justru terlalu rumit untuk bisa dijelaskan.

Kita bisa berpijak diatas bumi adalah hal sederhana karena “gravitasi”. Meski kita semua merasakan gravitasi, tetapi para ilmuan hingga saat ini belum bisa menjelaskan bagaimana gravitasi itu ada.

Sama seperti rindu ini,

bagaimana rindu ini tiba-tiba ada ?

karena aku hanya mampu untuk merasakannya.

Ah, semua itu adalah manis dari kecupan hati yang saling berpegangan tangan,

Erat, meski nyata ada kerenggangan jarak berada jauh membentang.

Semakin Jauh

Dan jauh.

Rindu itu semakin kuat untuk tarik-menarik.

Hingga sungguh aku ingin memelukmu, erat dalam kehangatan rindu.

Bandung, 04 Juli 2010. 22:36 WIB

For You

Sebuah Kisah Tentang Cinta

kupersembahkan untukmu sebagai permulaan kenangan indah kita berdua.

ketahuilah…
saat aku sendiri
dan hati merasa sepi

ada sinar ketika perasaan ini tertuju.

kehangatan

kedamaian

keindahan

bersamamu…

meskipun kau jauh
meskipun aku merasa sakit
meskipun perasaanku menangis

namun cinta,
hati dan kasih sayang
takkan mudah begitu saja hilang

karena aku
telah jatuh cinta kepadamu semenjak pertama kali melihatmu.

walau mencintaimu membuatku sakit,
namun selalu ada keindahan
saat aku mencintaimu setulus hati,

selalu ada keindahan…

karena aku yakin dalam setiap cinta pasti ada keindahan.

selama cinta kepada Tuhan ada
selama itu pula Tuhan memberikan cinta yang tak pernah terkira

aku cinta kamu…
sungguh…

mencintai adalah kodrat manusia
dicintai adalah sebuah keindahan bagi manusia
saling mencintai adalah kodrat terindah bagi manusia

semoga kasih sayang akan abadi bersama.

Air

Air
Bening beriak, segar mengalir.
Aku ingin perahu
Yang melaju
Dihatimu.

Air
Lebat basah, dingin banjir.
Aku perlu tempat berlindung
Yang tak mendung
Hati dalam kandung.

Air
Bawalah daku mengalir
Jauh jauh
Jauh jauh
Seperti sauh
Ditengah padang pasir
Air

12 Desember 2004

Untuk Ibu

Ibu,
dalam keriput wajahmu.
Ada kehalusan yg tersentuh kedalam hatiku.

Pelukanmu, belaianmu, adalah kekuatan yang tak mampu untuk ditandingi.
Dengan kasih dan ketulusan, separuh jiwamu telah engkau berikan untuku.

Darah ku, keringat ku dan air mata ku, senantiasa tak kan mampu membayar setetes air susu yang kau berikan dengan kasih sayang.

Doamu begitu merdu, selalu kau nyanyikan sekalipun dikala aku tak membutuhkannya.

Dekapanmu begtu melekat sehingga tak kan pernah aku lupakan hingga akhir hayat ku.

Tuhan.

Andai aku bisa, berikan aku kekuatan untuk membahagiakannya.
Beri aku kekuatan untuk mengangkat telapak kaki ibu ketempat yg indah. Tempat yg diridhoi Mu.
Aku cinta kamu ibu, meskipun aku tahu cinta ibu takan mampu aku balas..

Sukabumi, 29-10-08

Pertama

Sayang,
Rindu ini sangat nggak begitu saja mudah dilepas,
meski kita telah tersenyum lepas bersama,
tiga tahun lebih aku akhirnya menatap langsung matamu kembali.
Aku nggak bisa bedain mana kenyataan dan mana mimpi.
Bagiku semuanya adalah PERTAMA.
Sayang ini, pertemuan ini,
dari satu hati yang aku miliki…
Sungguh, kamulah yang pertama buat aku.
Ku ingin engkau ada untuk selamanya saat ini .
Terimakasih..
n_n

Sukabumi, 12/08/2008

Maaf Ku Ucapkan Bersama Lantunan Cinta Ku Dendangkan

Kau sebenarnya rusuk dalam diriku,

Namun entah aku merasa kau bukan untukku.

Bagiku kau hanya harum, tanpa kucium…

Tak dapat kuingkari, kaulah yang terbaik

Dan kaulah yang tercantik

Aku ingin memelukmu

Meskipun aku tak memilikimu.

Kau terlalu tinggi

Sedang aku tegakpun lagi,

Dalam hal ini ku tak mengerti

Tidak sepertimu yang beberapa kali.

MAAF KUUCAPKAN BERSAMA LANTUNAN CINTA KUDENDANGKAN

Oktober 2005

Reinkarnasi

Wahai,

Sang merpati putih suci

Hinggap dilubuk hati

Teruntuk yang kedua kali

Aku ingin memelukmu

Erat, agar menyatu

Dalam kehangatan rindu

 

14

November 2005, November 2009